Musirawas, JS – Jembatan yang ada di Tanah Priuk, penghubung ke Kecamatan Tugumulyo dan kecamatan Terawas kembali di kerjakan. Jembatan tersebut mulai dibangun pada 2014 yang lalu, namun karena ada permasalahan mengenai belum adanya titik temu masalah ganti rugi maka pembangunan tersebut dihentikan.

Kadis Pekerjaan Umum Bima Marga (PUBM) provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Darma Budi menjelaskan, jika selama ini jembatan tersebut tertunda karena nilai harga atau ganti rugi yang belum menemui titik terang, karena pada tahun 2014 itu KJPP belum sekencang sekarang.

“Jadi semenjak adanya KJPP inilah bisa membantu karena fungsinya menjembatani apa yang menjadi maunya masyarakat tersebut. Karena kalau pemerintah ini berapapun kami bayar asal ada dasar hukumnya, dan KJPP inilah yang menentukan dasar hukumnya item-item itu,” jelasnya, Kamis, (17/10).

Dirinya juga mengungkapkan, pekerjaan ini kembali dilakukan karena bapak Gubernur pernah berjanji kepada bapak Walikota dan Bupati pada tahun 2018 yang lalu, jika tahun depan jembatan ini akan diselesaikan.

“Alhamdulillah semua sudah clear, karena pembebasan lahannya sudah, kesepakatannya sudah, dan saya kira itu bukan ganti rugi, tapi ganti Untung. Dengan nilai KJPP yang 250 item tadi, maka sepakatlah itu tadi. Dan tahun ini akan kita selesaikan itu, dengan nilai kurang lebih 800 juta,” ungkapnya.

Jembatan yang merupakan penghubung Simpang Priuk, Tugumulyo, dan Terawas ini mempunyai panjang 150 meter, dan ditargetkan selesai pada 2019, karena semua sudah di PHO.

“Dan kami menginginkan peresmian dari bapak gubernur, karena ini jembatan yang potensi. Semoga pada bulan Januari atau Februari nanti diresmikan, dan kita juga berharap gubernur bisa hadir disini,” ujarnya.

Sementara, PPTK kegiatan, Bayazi mengatakan selain membangun jembatan, pihaknya juga memperbaiki jalan efektif dari Simpang Priuk, Tugumulyo, dan Terawas sepanjang 38 kilometer.

“Awalnya dikontrak sepanjang 5 kilometer efektifnya, tapi setelah dilaksanakan bertambah menjadi 7,2 kilometer efektifnya,” ucapnya.

Dengan kontruksi acbc atau aspal, lanjutnya, untuk rekon ada yang satu lapis dan ada yang dua lapis, atau agregat A dan agregat B. Dan untuk aspal dua lapis, yakni asikis dan asifisi.

“Panjang total jalan 38 kilometer, dan yanya dikerjakan sepanjang 5 kilometer. Karena panjang jalan itu fungsional, tapi yang dikerjakan kontraktor ini hanya efektif, jadi dengan kondisi uang kita yang terbatas jadi hanya bisa dikerjakan sepanjang 5 kilometer saja,” tutupnya.*Agus Kristianto

Reporter: admin